Langsung ke konten utama

Postingan

Peran Ibu di Era Kemerdekaan

Ada sebuah kalimat yang bisa kita gunakan sebagai refleksi, “bagus atau tidaknya suatu generasi bergantung pada ibu-ibu di negara tersebut”. Kalimat itu menggelitik karena cakupan dan pembahasannya bisa menjadi panjang. Saya mengajak teman-teman semua untuk merefleksi, apakah kondisi generasi di negara kita yang katanya merdeka ini sudah ideal? Kemudian ditelaah, dari kondisi generasi kita sekarang apakah sudah dilatarbelakangi oleh peran ibu yang ideal pula? Tentu pembahasan dalam lingkup ini dalam skala umum, karena tidak mungkin semua orang dalam satu negara itu jelek atau bahkan semuanya baik. Baru-baru ini negara kita merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-72, 72 tahun tentu bukan waktu yang singkat untuk menata sebuah negara bekas jajahan sampai 3,5 abad lebih. Setiap tahun pekik kemerdekaan dikumandangkan semua lapisan masyarakat, sebagian merayakannya dengan suka cita. Secara de facto tanah kita bukan lagi tanah jajahan. Tapi., apakah kita sudah benar-benar merdeka? ...

Tips bagi Ibu Hamil yang Anti-Sayur

Kehamilan tidak jarang membuat seseorang mengalami perubahan kebiasaan. Perubahan kebiasaan ini bisa berupa kebiasaan pola makan, aktiviitas sehari-hari, kesukaan terhadap sesuatu, dan sebagainya. Perubahan kebiasaan yang paling berdampak bagi janin adalah perubahan pola makan. Memang tidak semua ibu hamil mengalami perubahan pola makan, karena kehamilan masing-masing individu berbeda. Bagi ibu hamil yang mengalami perubahan pola makan, tentu agak sedikit menyulitkan. Bisa jadi makanan kesukaan sebelum hamil, justru menjadi makanan yang paling tidak disukai ketika hamil. Hal ini berakibat pada terjadinya seleksi makanan alias pilah pilih makanan. Seleksi makanan bisa jadi hal yang kurang baik, karena ibu hamil membutuhkan berbagai asupan gizi untuk pertumbuhan janin. Jadi serba salah kan? Di satu sisi gizi harus terpenuhi, di sisi lain memaksa makanan masuk lambung, kalau makanannya  nggak  kebeneran justru jadi muntah. Pada berbagai artikel, dokter kandungan, maupun...

Aliran Rasa Matrikulasi IIP Batch #4

Saya bisa kenal IIP ini bisa dikatakan takdir tak terduga. Sebelumnya komunitas-komunitas begini sangat awam bagi saya. Kebetulan suatu hari menjelang beberapa bulan pernikahan, saya ada masalah dan berusaha mencari sumber yang bisa ditanyai melalui grup WA Perpus As-Salam. Dari situ ada dua orang ukhti yang bersedia saya curhati, dan ketika saya bertanya tentang komunitas pengembangan diri mereka merekomendasikan IIP. Saya mulai mencari informasi tentang IIP mulai dari fecebook , berusaha join grup tapi nihil. Alhamdulillah., salah satu ukhti yang saya curhati memberi informasi pembukaan matrikulasi IIP batch #4 dan saya segera mendaftar. Mengikuti matrikulasi ternyata lebih menyenangkan dari yang saya bayangkan. Penugasan dalam bentuk NHW di setiap minggunya membuka tabir pikiran dan hati saya untuk kembali pada fitrah  perempuan, lebih mendalam lagi fitrah ibu. Ada banyak pola pikir lama yang terpatahkan semenjak mengikuti matrikulasi. Pola pikir lama ini pola pikir dasar,...

Belajar Blogging

Sebenarnya blog ini sudah ada sejak tahun 2011, zaman ketika saya masih awal kuliah. Waktu itu blog saya jadikan sebagai sarana curhat, mengungkapkan perasaan yang hanya bertahan selama kurang lebih satu tahun. Cukup banyak yang saya post kala itu, karena saya mentarget 100 posting yang isinya curhatan saya semua. Kalau ingat itu semua ya lucu dan memalukan... hehehe... Saya berhenti nge-blog, semenjak rutinitas kegiatan nyata saya meningkat. Kegiatan kuliah dan luar kuliah semakin menyita waktu, sehingga saya tidak sempat lagi menyambangi blog saya. Rutinitas menulis saya beralih pada tulisan ilmiah seperti penelitian dan pengabdian, sebagai sarana dapat pengalaman dan recehan. Tulisan-tulisan ilmiah yang butuh pertanggungjawaban semakin mengurangi waktu saya untuk blogging. Selama kuliah mungkin hanya beberapa post saja yang berhasil dipublikasikan. Semenjak mengikuti kelas matrikulasi IIP, hati saya mulai tergerak untuk mengaktifkan kembali blog yang sempat terbengkalai selam...

NHW #9 Bunda sebagai Agen Perubahan

Waktu cepat sekali berlalu, seperti baru kemarin ikut kelas matrikulasi, sekarang sudah hendak berakhir. Di NHW 9 ini penugasannya lebih detail dan rinci. Bunda sebagai agen perubahan, saya artikan sebagai peran bunda yang sangat berpengaruh terhadap kondisi masyarakat sekitar. Sebenarnya saya masih agak bingung mengkaitkan minat, potensi dengan isu sosial karena tempat tinggal saya masih nomaden. Maka saya mengambil isu sosial yang lebih umum bukan spesifik di tempat saya tinggal sekarang. Untuk mencapai “Agen Perubahan” ini, Bu Septi memberi panduan berupa rumus yaitu: PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE Social venture diartikan sebagai suatu usaha yang didirikan seorang social enterpreneur (orang yang menyelesaikan masalah dengan kemampuan enterpreneur ) baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan. Untuk mencapai social venture maka saya harus menggali lebih dalam lagi passion s...

NHW #8 MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Tidak terasa sudah sampai di NHW 8, tugasnya semakin mengerucut jadi membantu kita fokus memikirkan misi hidup kita. NHW 8 ini tentang misi hidup dan produktivitas yang berkaitan dengan NHW sebelumnya. Pada NHW 7 kita sudah membuat diagram 4E, dan sekarang kita disuruh memilih satu aktivitas saja berupa aktivitas yang disuka dan bisa. Maka aktivitas yang akan saya pilih adalah MENULIS, walaupun nanti tetap akan berkesinambungan dengan aktivitas dan kemampuan yang lain. Supaya kita bisa fokus pada misi hidup dan produktivitas, maka perlu kita jawab pertanyaan “BE DO HAVE” berikut ini! Kita ingin menjadi apa? (BE) Setelah sempat mengalami pencarian jati diri selama beberapa minggu, perlahan saya mulai menemukan cita-cita saya yang baru. Saya ingin menjadi ibu produktif yang bermanfaat bagi keluarga, terlebih masyarakat. Prioritas bermanfaat bagi keluarga. Untuk masyarakat bisa diwujudkan melalui pekerjaan atau kehidupan bertetangga. Kita ingin melakukan apa? (DO) Untuk men...

NHW #7 TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF

Tidak terasa sudah sampai pada NHW 7, dan harus masih semangat belajar. Beberapa minggu ini semangat naik turun dan pernah sampai drop banget, jadi hasil NHW 6 dan 7 ini mungkin tidak semaksimal biasanya. Pada NHW sebelumnya kita sudah dituntun bagaimana menjadi menjadi Bunda Sayang dan Bunda Cekatan, sekarang tibalah masanya bagaimana kita dituntun supaya menjadi Bunda Produktif. Istilah produktif di sini tidak hanya melulu dikaitkan dengan finansial loh, tapi lebih ke arah kemuliaan dan kebermanfaatan kita bagi orang lain. Pada materi sebelumnya, dibahas tuntas tentang ibu bekerja baik di ranah publik maupun domestik. Ranah domestik atau publik adalah pilihan masing-masing ibu, dan harus dilaksanakan dengan seprofesional mungkin. Keprofesionalan ini kemudian meningkat menjadi level produktif. Keproduktifan seorang ibu, sempat menjadi perdebatan panjang antara saya dan suami. Sebelum menikah, saya adalah perempuan yang aktif dan sangat giat dalam pekerjaan sebagai pengajar. Saya ...