Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pra ODOP

Repost: PKM Zaman Mahasiswa

IMPLEMENTASI PANDOWA SEBAGAI INOVASI WISATA PENDIDIKAN DAN WISATA BUDAYA JAWA Desty Putri Hanifah, Yosi Gumala Dosen Pembimbing: Drs. Sukardi, M.Pd. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang, Kota Semarang ABSTRAK M e nu r ut UU No 5 T a h u n 1992 p a s a l 13 dij e l a sk a n b a hwa s e ti a p o r a n g y a n g m e miliki b e nda c a g a r bu d a y a w a jib m e l i ndun g i d a n m e m e lih a r a n y a . P er m a in a n     t ra dision a l     m er up a k a n     s a l a h     s a tu     unsur    bud a y a     y a n g     p er lu dilindun g i d a n dil e st a r ik a n. Berkaitan dengan upaya perlindungan dan pemeliharaannya, benda cagar budaya dalam hal ini permainan tradisional memiliki peran penting dalam bidang pendidikan. M e nu r ut S uj ar no (1997) dolanan kurang disenangi k are n a b a n y a k n y a t a y a n ...

Aktivitas Ammar: Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu [Tamat]

Beberapa menit kemudian, Ammar menghampiri ibunya dengan wajah berseri-seri sambil membawa baskom berisi air. Ia menaruh baskom tersebut di dekat kaki ibunya dan mulai membasuh kaki ibunya dengan lembut. Bau airnya wangi sekali, entah pewangi siapa yang sudah ditumpahkan di dalam baskom Ammar. Ibuk dan Ayah berpandangan, heran dengan perilaku anaknya.  “Kamu ngapain, nak. Ibuk bisa cuci kaki sendiri,” Ibuk menyuruh Ammar berdiri. Ammar tetap tidak bergeming dari kegiatannya.  “Kata Pak Ustadz Affan tadi sore, surga ada di telapak kaki ibu. Ammar pengen surganya Ammar wangi dan bersih, makanya mulai sekarang Ammar harus rajin bersihin kakinya Ibuk, ” Ammar menjawab dengan polosnya. Ibuk dan Ayah berusaha menahan tawa demi menghargai pendapat anaknya yang polos.  “Coba Ayah tanya dulu, tadi ketika Ustadz Affan ceramah Ammar mendengarkan dengan baik atau sambil mainan?” tanya Ayah.  “Hmmm... mendengarkan, Yah. Tapi sempat bikin pesawat-pesawatan sama Gio,” A...

Aktivitas Ammar: Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu [Bagian 1]

Sepulang mengaji Ammar berlari-lari mencari ibunya. Kebetulan hari ini kegiatan mengaji dipulangkan lebih awal dari biasanya. Sesampai di rumah Ammar tidak menemukan Ibuk di rumah. Semua tempat sudah diperiksa, di kamar, dapur, halaman, ruang keluarga, tetapi Ibuk tidak ada. Ayah yang sedang menonton berita di TV heran dengan perilaku Ammar. “Kamu cari apa nak?”.  “Ibuk di mana, Yah?” tanya Ammar. “Ibuk belum pulang, hari ini jadwal mengajarnya sampai sore. Kenapa memangnya?” Ayah masih penasaran. “Rahasia...!. Hehehehe..” jawab Ammar sambil berlari menuju kamarnya. “Mencurigakan anak itu..” batin Ayah dalam hati. Ibuk adalah seorang dosen kelas ekstensi di sebuah universitas swasta, sehingga ia hanya mengajar pada hari Jum’at dan Sabtu saja. Pada kedua hari tersebut Ibuk memang sering pulang sore hingga pukul 17.00, namun sore ini Ibuk pulang terlambat. Hingga menjelang magrib Ibuk belum juga pulang. Ammar mulai cemas karena ada yang ingin ia lakukan untuk ibunya. Yah...

Menuju Pulau Harapan

Apa yang terbersit dalam pikiranmu tentang Pulau Harapan? Jujur saja, aku tak paham dan baru tahu di Indonesia ini ada sebuah pulau kecil bernama Pulau Harapan. Aku kira itu nama pulau di cerita-cerita non fiksi. Ketika grup ODOP memasukkanku ke dalam grup kecil bernama “Pulau Harapan”, jadilah aku kepo tentang pulau tersebut. Jika aku dimasukkan dalam grup Pulau Bungin, aku sedikit banyak ada gambaran. Pulau Bungin pernah menjadi setting novel Tere Liye berjudul “Tentang Kamu”. Nama Pulau Bungin menjadi tak asing bagiku. Namun, Pulau Harapan?. Sungguh di benakku masih terasa asing. Pulau Harapan ternyata adalah sebuah nama kelurahan kepulauan kecil di Kepulauan Seribu, Jakarta.  Berdasarkan info wikipedia , pulau ini terkenal dengan keindahan dan wisata snorkeling- nya. Aku bisa membayangkan, pulau ini mungkin hampir sama dengan pulau-pulau di Karimunjawa, Jepara. Wisata snorkeling -nya juga mungkin hampir sama, karena sama-sama berada di Laut Jawa. Mengapa aku men...