Langsung ke konten utama

Konsep Buku "Mendidik dengan Cinta"


Setelah menetapkan tujuan penulisan buku "Mendidik dengan Cinta", selanjutnya adalah mendeskripsikan secara singkat konsep buku yang akan saya tulis. Konsep buku yang hendak saya deskripsikan cukup singkat meliputi judul, jenis, konten, rencana desain, tujuan, visi, misi, dan sasaran buku. Ulasan konsep buku tersebut yaitu sebagai berikut.

Judul Buku : 
Mendidik dengan Cinta

Jenis Buku : 
pendidikan / parenting

Tujuan Buku : 
Bahan bacaan orang tua baru dalam mendidik generasi alfa

Visi :
Mencetak generasi alfa yang tangguh dan survive di masa depan

Misi :
Mengenalkan buku "Mendidik dengan Cinta" pada orang tua baru yang masih belajar parenting

Konten Buku :
Buku ini berisi tentang berbagai hal tentang pendidikan anak/parenting. Meliputi: dasar ilmu mendidik, berbagi cerita mendidk anak, dan tips dalam mendidik anak generasi alfa. Buku ini terdiri dari 8 bab sebagai berikut.
1. Definisi Cinta dalam Mendidik Buah Hati
2. Selayang Pandang Pendidikan Anak dalam Islam
3. Mendidik Generasi Qur'ani
4. Melatih Kemandirian Anak
5. Implementasi Screentime
6. Tarbiyatul Jinsiyah (Pendidikan Seksual)
7. Cinderella Complex dan Peterpan Syndrome
8. Mendidik Generasi Literasi

Sasaran Buku :
a. Orang tua yang memiliki anak usia mulai 0 tahun
b. Calon ayah/calon ibu

Kompetitor :
Buku parenting lain dengan penulis terkenal

#nonfiksi
#ODOPBatch6

Komentar

Posting Komentar

Thank you for visiting... 😁😁

Postingan populer dari blog ini

Pojok Bermain Lula

Bermain menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari masa kanak-kanak termasuk usia bayi. Bermain dibutuhkan anak-anak sebagai sarana eksplorasi sekaligus sebagai sarana bermain peran. Melalui bermain, anak-anak bisa mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Ia bisa mengenal berbagai bentuk benda, warna, halus kasar, besar kecil, dan sebagainya. Ketika ia memainkan sesuatu, ia berarti melihat dan memegang lebih dekat apa yang anak tersebut mainkan. Demikian pula dengan bermain peran. Dalam kegiatan bermain, kadang anak berperan seolah-olah menjadi penjual, ibu, dokter, pembeli, guru, atau pekerjaan lainnya. Peran yang dimainkan anak-anak bisa membantu memperkaya kosa kata yang dimilikinya. Apakah terdapat hubungan antara bermain dan mendidik? Menurutku bermain erat kaitannya dengan mendidik terutama bagi anak-anak di usia balita. Ketika bermain, ia sekaligus dapat belajar banyak hal. Misalnya, dalam permainan kubus meraba untuk bayi usia 6 bulan. Ketika bermain kubus meraba, bayi dapa...

Resensi Buku "Rumahku Madrasah Pertamaku"

Judul Buku : Rumahku Madrasah Pertamaku (Panduan Keluarga Muslim dalam Mendidik Anak) Penulis : Dr. Khalid Ahmad Syantut Penerbit : Maskana Media (Imprint Pustaka Rumah Main Anak) Cetakan : kedua, Januari 2019 Jumlah Halaman : 184 halaman Pertama kali melihat iklan masa PO buku ini, saya langsung tertarik untuk memesannya. Saya memang senantiasa tertarik pada buku parenting . Ketidaksempurnaan dalam diri saya membuat saya ingin terus memperbaiki supaya kelak saya bisa mendidik anak-anak sesuai dengan apa yang Allah dan Rasul inginkan. Setelah menunggu selama kurang lebih dua minggu, akhirnya buku ini berada di pelukan saya. Desain dan layout buku yang menarik membuat saya ingin segera membacanya. Kemudian, saya bacalah buku ini, mengalahkan tumpukan buku lain yang belum sempat terbaca. "Rumahku Madrasah Pertamaku" begitulah judul buku ini. Sesuai dengan judulnya, buku ini mengingatkan saya kembali tentang betapa berpengaruhnya lingkungan rumah terhadap karakter a...

Review: Piknik Edukatif Disponsori oleh Bukalapak

Ingat piknik, jadi ingat ketika saya masih kecil dulu. Piknik menjadi suatu hal yang sangat luar biasa karena hanya terjadi sekali selama 1 semester, yaitu ketika libur sekolah. Minimnya sarana dan keterbatasan dalam banyak hal membuat moment piknik ini memang sangat jarang terjadi ketika saya kecil. Ketika saya masih kecil, akses informasi belum secepat sekarang. Ketika hendak piknik tempat yang dituju biasanya hanya tempat yang memiliki wahana bermain. Di benak saya dan keluarga, piknik identik dengan bermain. Dapat dikatakan bahwa bukan piknik namanya jika tidak naik wahana apapun di tempat rekreasi. Itu persepsi piknik ketika saya masih kecil. Nah.. Begitu sekarang saya menjadi ibu, persepsi tentanf piknik menjadi bergeser. Piknik tidak hanya terbatas pada bermain atau wahana permainan. Piknik seharusnya bisa memuat nilai-nilai edukatif untuk menanamkan hal yang positif pada anak. Ketika anak piknik, mereka harus bisa mengambil suatu nilai atau mempelajari sesuatu. Salah satu te...